Muroqobah dan Musyahadah

Muroqobah dan Musyahadah

Sumber: Tazkiyatun Nafs by Sa’id Hawwa

Kriteria keberhasilan dalam perjalanan menuju Allah adalah pencapaian (wushul) ke maqom ihsan yang tersebut dalam hadits (H.R. Muslim 102):

قَالَ فَأَخْبِرْنِى عَنِ الإِحْسَانِ. قَالَ «

أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ

Wahai Rasulullah, apakah ihsan itu? ‘ Beliau menjawab, ‘Kamu menyembah Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, maka jika kamu tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu

Hal ini lah yang diungkap dengan maqom Musyahadah dan Muroqobah. Muroqobah adalah ia merasakan bahwa Allah melihatmu. Sedangkan Musyahadah adalah kamu beribadah kepada-Nya seolah-olah kamu melihat-Nya.

Jika kita ingin mengetahui kekurangan dari kesempurnaan yang harus dicapai, atau ingin mengetahui keteledoran kita dari kesempurnaan yang seharusnya kita usahakan, maka carilah kedua maqom ini di hati kita. Karena hal itu merupakan timbangan yang tak pernah salah. Jika kita menemukan keduanya dalam hati kita, maka insyaAllah kita adalah orang yang tengah berjalan atau berhasil dalam perjalanan menuju Allah. Maka berusahalah sekuat tenaga kita untuk wushul (sampai ke tujuan).

Sesungguhnya tanda kehidupan hati ialah menyadari akan sifat-sifat Allah lalu merasakan bahwa Allah melihat dan mendengarnya. Ini adalah maqam Muraqabah.

Sedangkan tanda ketajaman hati ialah bahwa cahaya bashiroh dapat menembus segenap alam semesta ini kemudian ia dapat merasakan seolah-olah ia menyaksikan Allah SWT.

Tidak ada wushul (pencapaian) kepada kedua maqam ini bila hati sakit, karena penyakit-penyakit hati dapat menghalangi berbagai cahaya. Bila hati tidak tersinari cahaya maka ia tidak akan dapat merasa. Sebagaimana tidak ada wushul kecuali dengan banyak melakukan dzikir dan fikir, karena dzikir dan fikiradalah dua jalan untuk mencapai muroqabah dan musyahadah.

Janganlah Anda mengira bahwa sedikit dzikir sudah cukup, tetapi diperlukan dzikir yang banyak menyita waktu. Allah berfirman:

وَالذَّاكِرِيْنَ اللّٰهَ كَثِيْرًا وَّالذَّاكِرٰتِ اَعَدَّ اللّٰهُ

… Laki-laki dan perempuat yang banyak menyedut (nama) Allah … (Al Ahzab: 35)

Firman Nya juga:

وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ اِلَيْهِ تَبْتِيْلًاۗ

Dan sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan sepenuh hati. (Al-Muzzammil: 8)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *