Bisa jadi untuk sebagian orang memiliki cara dan kiat yang berbeda. Berikit ini mungkin salah satu yang bisa jadi cocok untuk saya dan Anda. Beberapa langkah yang dapat dicoba untuk mencapai khusyuk dalam mempelajari Al Quran ataupun ketika sedang melakukan Sholat adalah sebagai berikut.
Pertama, Khusyuk ini kaitannya dengan dengan hati. Khusyuk ini akan terwujud ketika hati kita bersih, untuk menjadi bersih tentu kita harus menjauhkan diri dari maksiat.
Kedua, karena khusyuk ini merupakan hadiah dari Allah SWT, karenanya kita perlu berdoa, meminta kepada Allah SWT untuk dapat khusyuk, baik dalam keadaan bersendiri maupun sedang bersama-sama orang lain.
Ketiga, dengan memahami makna yang sedang dilakukan atau yang sedang dibaca. Dengan pemahaman makna ini maka kita akan lebih mudah fokus kepada apa yang sedang kita lakukan, entah itu Sholat maupun sedang mentadaburi Al Quran.
Keempat, hindari memasukkan unsur keduniaan ketika kita akan menuju kegiatan ibadah yang membutuhkan khusyukan. Misalnya meninggalkan suatu kondisi yang menjadikan kita selalu memikirkan hal tersebut ketika kita melakukan ibadah yang membutuhkan ke khusyukan, apakah itu meninggalkan kendaraan yang tidak terkunci, tidak menonaktifkan handphone sehingga pesan-pesan yang masuk akan berpotensi mengganggu ke khusyukan.
Allah SWT itu maha penguasa alam raya ini beserta segenap isinya, termasuk isi yang tak nampak yaitu isi hati dan fikiran kita.
Suatu masa di awal tahun 2016, Allah swt mengizinkan kami sekeluarga untuk berumrah. Sekeluarga disini adalah Saya, istri, Ayah dan Ibu saya, Adik perempuanku dan Suaminya yang membawa rombongan jamaah Umroh sekitar 100 orang (saya lupa tepatnya).
Secara fikiran dan semangat, Ayah dan Ibu sangat bersemangat, tapi walaupun demikian kondisi fisiknya tetaplah sejalan dengan usianya yang sudah di atas 70 tahun. Singkat cerita secara perhitungan manusia sederhana mereka harus menggunakan kursi roda kemana-mana, kecuali untuk jarak yang pendek 2 – 3 meter masih bisa.
Saya secara sadar dan ikhlas memahami situasi ini akhirnya bersepakat dengan istri untuk bersiap-siap bahwa nantinya kami akan bersusah payah mengawal Beliau berdua dalam ziarah dan ibadah ini dengan segala keterbasan.
Tetapi …
Logika manusia ternyata sangat lah lemah dan tak berdaya jika Allah swt sudah berkehendak. Ternyata kesulitan dan hambatan yang diperkirakan dan dikalkulasi akan terjadi, lebih dari separuhnya tidak berlaku, malah berlaku sebaliknya yaitu berbagai kemudahan dan bonus lah yang terjadi. MasyaALLAH …
Situasi itu sudah mulai terjadi sejak berangkat dari rumah menuju bandara Soekarno Hatta, saat di bandara ada kemudahan, saat dipesawat ada kemudahan, apalagi ketika transit di Doha (kami menggunakan Qatar Airwaiys), beberapa situasi tak terduga terjadi yang sangat memudahkan proses transit dan pergantian/perpindahan pesawat, moda transportasi ini salah satunya.
Doha Airport
Mobil listrik (golf car)
Saat di Madinah,
Dibawah kubah hijau itulah Rasulullah SAW dimakamkan
Madinah, 7 Jan 2016
Bulan sabit di atas Masjid Nabawi Madinah Al Munawaroh…, sungguh pemandangan yang luar biasa, masyaALLAH !
Bulan Tsabit di atas pemakaman Baqi, dimana para sahabat dan keluarga Rasul dimakamkan tanpa batu nisan – Madinah
Tidak ada perbedaan mana makam Sahabat, Keluarga bahkan Raja
Assalaamu’alaika ya ahli kubur, kami pun akan seperti kalian
Pada awalnya saya agak pesimis melihat situasi Raudhah yang sangat padat, terpal putih pembatas yang kokoh, cukup sulit rasanya membawa Ayah di kursi roda menuju ke sana. Ayah baru bisa berdoa di posisi yang jauh dari Raudhah sambil memandang ke makam Rasulullah SAW, entah apa yang ada dalam fikirannya saat itu…
Situasi pukul 17:14 menjelang adzan Maghrib beberapa meter di sisi kanan Raudhah, 5 Jan 2016
Tetapi, lagi-lagi Allah swt menampar saya atas logika situasi yang saya analisa itu, atas izin Allah swt dalam situasi Raudhah yang sangat padat, apalagi sholat Maghrib baru saja selesai ternyata saya dan Ayah mencapainya dengan sangat mudah dengan rute yang tak lazim, tiba-tiba ada seorang pemuda berpenampilan tinggi dengan muka yang sangat bersih bercahaya memandu kami, dan para askar (pasukan penjaga) pun memenuhi permintaan pemuda tadi untuk menempatkan kami di Raudhah dengan posisi yang bisa dipilih sepuasnya dalam waktu yang relatif lama, perasaan saya mungkin ada sekitar 10-15 menit (wallahu a’lam), masyaALLAH, … Assalaamu’alaika ya Rasulullah … :'(. Tidak ada foto yang kami berdua ambil disini, biarlah itu selalu ada dalam hati dan bayangan indah di fikiran saya dan Ayah, sebagai pelipur kerinduan tak terperi pada baginda Nabi Muhammad SAW.
saat di Makkah …
Makkah, 10 Januari 2016
Ini juga luar biasa, kembali logikaku sebagai manusia yang penuh sombong dan sok tahu ditampar-tampar. Ayah yang sudah sangat sulit dalam berjalan tiba-tiba bersemangat berdiri dari kursi roda dan berjalan tawaf sambil tertatih di atas kedua kakinya untuk beberapa putaran, MasyaALLAH).
12 Januari 2016 pukul 9.06, baru saja selesai tawaf perpisahan, beberapa saat sebelum kembali ke Tanah Air.
Akhirnya kami pun pulang kembali ke Tanah Air dengan segala hikmah atas kemudahan dan keselamatan sampai rumah.
Segala kemudahan dan keindahan itu akhirnya menjadi renungan. Kiranya benarlah dalam hadith Nabi Muhammad SAW bahwa “Keridhaan Allah subhaana wa ta’ala berada dalam keridhaan orang tua …”, kasih sayang kita kepada kedua orang tua kiranya akan menjadi washilah (jalan) bagi kebaikan-kebaikan dalam kehidupan kita, insyaALLAH, Aamiin ! Ya Robbul’aalamin.
Sewaktu usia masih muda, kami adik-beradik mungkin belum cukup peka utk mencerna 4-ong ini, tapi mungkin memory ku masih cukup mampu untuk menyerap, karena kali ini 4-ong ini kembali di’refresh’.
Diakhir setiap makan malam yang menyenangkan biasanya kami dan Ibu terlibat perbincangan yg menarik, dari hal2 yang teknis hingga yang filosofis.
4 ‘ong’ ada salah satunya, sebenarnya hal ini sdh pernah saya dengar ketika masih SD, tapi seperti disampaikan di atas, saat itu mungkin belum cukup mampu mencerna.
4 ‘ong’ itu adalah :
– jangan nyolONG
– jangan sombONG
– jangan bohONG dan
– jangan omong kosONG
Istilah spreadsheet sring diterjemahkan dengan lembar kerja. Penterjemahan ini sebenarnya kurang akurat karena lebih tepat menjelaskan istilah worksheet.
1. OpenOffice Calc
Saat ini Calc termasuk yang terdepan di jajaran aplikasi spreadsheet di OpenSource.
open office Calc
2. Gnumeric
Saingan terdekat dari OO-Calc adalah Gnumeric, spreadsheet application andalan dari Gnome.
Tulisan ini dikirim langsung via email. Untuk mengaktifkan fitur ini, Anda tinggal masuk menu Setting | Email Lalu disana akan ada pilihan untuk membuat alamat email yang akan menerima pesan dari Anda dan langsung ditangkap oleh Blogger untuk di publikasikan langsung atau menunggu approval terlebih dahulu.
There are a variety of open source business models by ZDNet‘s Dana Blankenhorn — There are many ways to create an open source business, or just an open source business practice. It’s not like it was in the old proprietary world, everything built around a package, get big or get out. You can be any size you wish.